Author: Christian Swope
Christian Swope is a student at the University of Bali in Indonesia and is interested in finance and economics. In addition to his schoolwork, he works as an editor and core writer at cekdesil.com, where he breaks down complicated market trends, macroeconomic policies, and personal finance strategies into simple, actionable insights for regular people.
Jarang sekali langit malam terasa tidak seperti biasanya. Salah satu contohnya adalah malam tanggal 3 Maret 2026. Jutaan pasang mata memandangi langit timur di seluruh Indonesia, menanti bulan purnama yang perlahan berubah menjadi merah tembaga. Bukan karena polusi, bukan pula karena kabut. Sebaliknya, itu adalah fenomena astronomi yang berulang dan telah membuat orang-orang berhenti sejenak serta merasa tak berarti sejak zaman kuno. Ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna, gerhana bulan total pun terjadi. Bumi berada di tengah. Permukaan Bulan sepenuhnya tertutupi oleh bayangannya, yang dikenal sebagai umbra. Secara teori, hal ini mudah dipahami. Namun, menjelaskan konsekuensinya jauh lebih sulit.…
September 2026 mungkin menjadi bulan yang ideal bagi Anda untuk melakukannya lebih sering jika Anda pernah menengadah di pagi hari dan melihat sesuatu yang berbeda di langit. Bulan ini, tampaknya ada banyak sekali aktivitas di langit malam. Itu benar; ini bukan berlebihan. Setidaknya sembilan peristiwa astronomi diperkirakan akan terjadi di langit pada September 2026. Beberapa di antaranya memerlukan teropong, beberapa dapat dilihat langsung tanpa teleskop, dan satu di antaranya bahkan terjadi pada siang hari. Meskipun langit dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk semua orang, tampaknya banyak orang Indonesia yang tidak menyadari betapa ramainya langit bulan ini. Pada 6 September,…
1 September 2026, Selasa malam. Empat ambulans sedang menunggu di depan Pesantren Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo. Para siswa dievakuasi satu per satu; sebagian didorong ke kursi roda karena kaki mereka tak lagi mampu menopang tubuh, sementara yang lain terbaring lemas di atas tandu. Itu bukanlah adegan dari sebuah film. Kejadian itu terjadi setelah anak-anak tersebut mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis yang secara hukum menjadi hak mereka. Malam itu, ruang gawat darurat Rumah Sakit Daerah R.T. Notopuro dipenuhi pasien. Setiap tempat tidur terisi penuh. Tidak ada ruang lagi, sehingga beberapa anak terpaksa berbaring di tandu di lorong. Rumah sakit pun menambah…
Pemba Dundu Tamang sedang membangun terowongan di pembangkit listrik tenaga air di tepi Sungai Trishuli, Nepal, pada dini hari tanggal 26 Agustus 2026. Tidak ada tanda-tanda bahwa hujan lebat akan turun. Tidak ada peringatan resmi yang dikeluarkan. Hanya angin kencang yang tiba-tiba—cukup kuat untuk menerbangkan alat berat dan lembaran kayu lapis. Tamang langsung berlari secepat kilat. Selama hampir dua puluh menit, ia dikejar oleh air berlumpur berwarna hitam. Ia berhasil selamat. Namun, banyak rekan kerjanya yang tidak. Banjir bandang yang terjadi di perbatasan antara Tibet, Tiongkok, dan Nepal bukanlah bencana alam biasa. Bencana ini menceritakan kisah ribuan nyawa yang terjebak…
Sebuah negara yang tiba-tiba kehabisan uang adalah hal yang aneh. Bukan secara harfiah; pabrik-pabrik tetap beroperasi, bangunan-bangunan tetap utuh, dan orang-orang terus bekerja. Namun, kepercayaan telah lenyap. Selain itu, sistem ekonomi dapat runtuh lebih cepat daripada yang dapat diprediksi siapa pun jika tidak ada kepercayaan. Krisis ekonomi termasuk fenomena yang sulit dihentikan begitu dimulai, tetapi mudah dipelajari setelah terjadi. Hal ini telah berulang kali terjadi—di Thailand pada tahun 1997, di Indonesia beberapa bulan kemudian, dan di AS pada tahun 2008. Polanya hampir selalu sama: pertumbuhan yang sangat cepat dan tak terkendali, utang yang terus meningkat secara terselubung, diikuti oleh kepanikan…
Cara memeriksa bantuan sosial pada tahun-tahun sebelumnya memang sedikit berbeda. Kini, siapa pun dapat mengetahui status keluarganya dalam sistem kesejahteraan nasional hanya dengan duduk di rumah, membuka ponsel, dan memasukkan Nomor Identitas Nasional (NIK) yang terdiri dari 16 digit. Sebelumnya, masyarakat harus menunggu dengan sabar hingga nama mereka dipanggil di kantor desa. Meskipun terdengar seperti istilah teknis yang rumit, “mengecek desil Kementerian Sosial go id 2026” sebenarnya jauh lebih sederhana. Sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, atau DTSEN, adalah sistem yang dibuat oleh pemerintah untuk menyimpan informasi kesejahteraan setiap warga Indonesia dalam satu basis data terintegrasi. Setiap keluarga dikelompokkan…
Pembahasan mengenai bantuan sosial di banyak desa di Indonesia kini tidak lagi berpusat pada siapa yang “terlihat” paling miskin. Sebaliknya, pembahasan tersebut kini berfokus pada siapa yang termasuk dalam desil mana. Kata “desil” tiba-tiba muncul di meja kantor desa, grup WhatsApp masyarakat, dan percakapan para perempuan setelah sesi belajar agama. Anehnya, banyak orang masih belum sepenuhnya memahami arti istilah tersebut. Dalam konteks program bantuan sosial pemerintah Indonesia, desil adalah cara untuk mengelompokkan seluruh penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kesejahteraan ekonomi mereka. Bayangkan semua keluarga di Indonesia diurutkan dari yang paling miskin hingga yang paling kaya, lalu dibagi secara merata…
Kata “desil” belakangan ini ramai dibicarakan di mana-mana. Mulai dari kolom komentar media sosial, grup WhatsApp keluarga, hingga percakapan di kafe. “Kamu termasuk desil berapa?” adalah pertanyaan yang sering diajukan banyak orang. Yang lebih penting lagi, bagaimana hal ini memengaruhi kehidupan sehari-harimu? Meskipun istilah “desil” bukanlah hal baru di kalangan pemerintah, istilah ini baru-baru ini menarik perhatian publik karena kaitannya yang langsung dengan kelayakan menerima bantuan sosial. Berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka—termasuk pekerjaan, pendidikan, kondisi perumahan, dan kepemilikan aset—semua keluarga di Indonesia dikategorikan ke dalam sepuluh kelompok oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. Kelompok ekonomi terendah adalah desil 1.…
Profil pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini cukup unik. Ia bukanlah seorang kiai yang dibesarkan di pesantren sejak usia dini. Ia juga bukan seorang politisi yang mahir dalam lobi terselubung. Gus Kikin, seorang pengusaha yang sebelumnya mengawasi kapal-kapal di Pelabuhan Cilegon sebelum diberi tanggung jawab memimpin Nahdlatul Ulama, adalah nama yang belakangan ini sering disebut dalam berbagai diskusi keagamaan di Indonesia. Pada 31 Agustus 2026, hari terakhir Kongres NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz secara resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama untuk masa jabatan 2026–2031. Pemilihannya sudah menjadi peristiwa bersejarah: untuk pertama kalinya…
Saat pertama kali mengakses portal dtsen-form.bps.go.id, ada sesuatu yang unik dari situs ini. Untuk sebuah basis data yang berisi informasi sosial ekonomi hampir seluruh warga Indonesia, antarmukanya terkesan terlalu sederhana. Namun, di balik kesederhanaan itu, terdapat angka-angka yang menentukan siapa saja yang berhak dan tidak berhak menerima bantuan pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) menciptakan sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menggabungkan berbagai data kesejahteraan masyarakat ke dalam satu basis data terpusat yang dapat diakses. Proyek ini cukup besar. BPS melaporkan cakupan data sekitar 95,3 juta rumah tangga, atau 289,3 juta orang, dalam pembaruan Volume 2 tahun 2026.…
