Author: contact@samadtech.com

All

Sebuah tim kecil berangkat pada pukul empat pagi, tepat sebelum fajar menyingsing di Ternate. Mereka membawa pakaian, beras, dan kebutuhan lainnya di dalam karung. Tujuan mereka bukanlah kota, pasar, ataupun jalan raya utama. Mereka menempuh perjalanan panjang, lambat, dan penuh ketidakpastian jauh ke dalam hutan. Perjalanan menuju pedalaman Halmahera ini bukan sekadar soal jarak. Ada sungai-sungai yang harus diseberangi, jalan setapak sempit yang nyaris tak terlihat di balik semak belukar yang rapat, dan begitu sinyal ponsel menghilang, waktu seolah berubah. Untuk sekadar mencapai titik awal jalur pendakian saja, tim BMH Maluku Utara dan para relawan lokal menghabiskan waktu berjam-jam. Setelah…

Read More

Seorang petani di sebuah desa kecil di Gunungkidul mengamati tanah yang mulai retak akibat panasnya musim kemarau. Ia tidak membutuhkan ilmuwan untuk menafsirkan hal ini. Namun, yang sebenarnya ia butuhkan adalah seseorang—atau sebuah sistem—yang mampu memprediksi keretakan tanah tersebut jauh sebelum pergantian musim terjadi. Inilah inti dari proyek penting yang sedang dijalankan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika): memanfaatkan data spasial untuk mengidentifikasi petani yang paling rentan terhadap gagal panen dan memastikan mereka terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebelum bencana terjadi. Kumpulan data BMKG sangatlah kaya. Suhu di Indonesia terus meningkat antara…

Read More

Suara lalu lintas tak pernah benar-benar senyap di bawah jembatan Rawamangun. Deru truk dan sepeda motor yang melintas di atasnya terdengar siang dan malam. Sejumlah keluarga menjalani hidup sehari-hari di antara pilar-pilar beton yang lembap; mereka membentangkan jemuran di antara tiang-tiang, menggelar alas tidur, dan menyalakan kompor kecil. Mereka memiliki KTP, bahkan ada yang memiliki Kartu Keluarga (KK) lengkap. Namun, jawaban yang sama kerap muncul saat mereka ditanya mengenai desil kesejahteraan mereka dalam sistem Data Tunggal Sosial-Ekonomi Nasional: mereka tidak terdaftar atau tercatat dengan angka yang tidak akurat. Saat ini, banyak hal ditentukan oleh angka desil tersebut. Sistem ini mengukur…

Read More

Definisi kita mengenai kemampuan ekonomi seseorang tergolong unik. Bayangkan seorang anak yang lahir di Garut, tumbuh besar di rumah sederhana bersama kakeknya yang sudah lama pensiun, lalu diterima di salah satu universitas paling kompetitif di negeri ini, Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, perjalanan itu nyaris terhenti pada tahap administrasi. Hal ini terjadi karena uang pensiun sang kakek diperhitungkan sebagai bagian dari pendapatan keluarga, bukan karena prestasi yang meragukan atau nilai akademik yang buruk. Ini adalah sebuah pola, bukan sekadar kejadian yang berdiri sendiri. Sistem perhitungan Uang Kuliah Tunggal (UKT)—biaya kuliah tunggal yang bertingkat—bertujuan untuk membagi beban biaya pendidikan tinggi secara…

Read More

Ketika seseorang yang berusia akhir enam puluhan atau awal tujuh puluhan mengantre untuk mendapatkan bantuan pangan dan diberi tahu bahwa sistem tidak lagi mengenali mereka, hal itu bisa menjadi pukulan yang sangat menyakitkan secara diam-diam. Situasi ini terjadi karena adanya perubahan pada entri basis data, bukan karena perubahan pada kondisi nyata mereka. Bagi semakin banyak warga lanjut usia di Solo, Jawa Tengah, Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIK-NG) justru telah menjadi penghalang, bukan lagi jaring pengaman sosial. Sistem ini awalnya dibuat untuk mengefisienkan penyaluran bantuan sosial—termasuk bantuan pangan dalam program Bantuan Pangan. Namun kenyataannya, sistem ini justru menyebabkan penyaluran bantuan…

Read More

Rincian Biaya Kuliah Tunggal (UKT) per semester terpampang di papan pengumuman di lobi Fakultas Teknik sebuah universitas negeri ternama di Jawa. Angka-angka tersebut tampak wajar di atas kertas. Namun, para mahasiswa yang berdiri di depannya menyadari bahwa jumlah yang tertera hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya mereka keluarkan setiap bulan. Biaya sesungguhnya untuk menempuh pendidikan teknik di Indonesia jauh lebih kompleks daripada angka biaya kuliah tunggal yang tertera pada slip pembayaran. Untuk memahami hal ini dengan benar, perlu dibedakan antara biaya aktual yang dikeluarkan negara untuk mendidik seorang lulusan teknik dan biaya yang dibayarkan oleh mahasiswa. Hanya sebagian kecil…

Read More

Sungguh menarik untuk dicatat betapa banyak orang yang baru sekarang menyadari bahwa sebuah angka kecil yang tercantum dalam nomor Kartu Keluarga (KK) mereka menentukan kelayakan mereka untuk mengikuti program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, KIP Kuliah, dan bahkan subsidi BPJS. Angka ini disebut sebagai “desil,” dan DTSEN adalah sistem yang mencatat data tersebut. Setelah diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, DTKS secara resmi digantikan oleh DTSEN, atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial bekerja sama dalam mengimplementasikan sistem ini, yang diawasi oleh Bappenas, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Ukuran dan kelengkapannya membedakan DTSEN…

Read More

Bayangkan seseorang yang duduk di sebuah warung pinggir jalan kecil, menatap layar ponselnya, berusaha mencari tahu mengapa namanya tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan sosial, padahal kondisi keuangannya jelas-jelas membutuhkannya. Keadaan seperti ini bukanlah hal yang aneh. Hal ini dapat ditemui di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari desa-desa kecil di Sumatera Barat hingga gang-gang berkelok di Surabaya. Dan dalam banyak kasus, masalahnya bukan terletak pada kebijakan pemerintah, melainkan pada satu langkah yang terlewatkan: memeriksa DTKS. Kementerian Sosial mengelola DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sebuah basis data utama yang mencantumkan warga negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan layanan dan bantuan sosial…

Read More

Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa mereka dapat mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah hanya dengan menggunakan NIK (Nomor Identitas Kependudukan) dan koneksi internet. Tidak perlu pergi ke kantor atau mengantre; yang perlu dilakukan hanyalah membuka peramban, mengunjungi laman web tertentu, dan hasilnya akan muncul dalam hitungan detik. Sebagai layanan resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia, portal *cekbansos.kemensos.go.id* memungkinkan siapa pun untuk langsung memverifikasi kelayakan mereka dalam menerima bantuan sosial. Program-program seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), dan bantuan tunai langsung dapat diverifikasi di sana; semuanya tersedia dalam satu halaman web yang dapat diakses bahkan…

Read More

Basis data resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia disebut DTKS, singkatan dari *Data Terpadu Kesejahteraan Sosial*. Basis data ini merupakan faktor utama yang digunakan untuk menentukan kelayakan dalam program bantuan seperti PKH, BPNT, dan BST. Terlepas dari seberapa mendesak kebutuhannya, nama seseorang tidak akan muncul dalam sistem distribusi bantuan sosial jika ia tidak terdaftar di sini. Ini adalah pintu gerbang, bukan sekadar basis data biasa. Proses pendaftaran telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dulu, warga harus datang ke kantor administrasi setempat, mengisi formulir kertas, mengantre panjang, dan berharap data mereka dimasukkan dengan akurat. Kini, layar ponsel dapat digunakan untuk mengelola proses…

Read More