Banyak orang tidak menyadari bahwa status mereka dalam program bantuan sosial pemerintah didokumentasikan secara cermat dalam basis data besar yang dikenal sebagai DTSEN. Yang mengejutkan, siapa pun yang memiliki ponsel dan Nomor Identitas Nasional (NIK) dapat mengaksesnya. Tidak perlu lagi mengantre di kantor kecamatan. Dokumen-dokumen juga tidak perlu diserahkan ke Rukun Warga (RW) atau Rukun Tetangga (RT). Seseorang dapat memeriksa apakah keluarganya terdaftar dalam daftar penerima bantuan hanya dengan beberapa langkah sederhana di layar ponsel.

Dalam skala satu hingga sepuluh, sistem desil Kementerian Sosial mengklasifikasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok. Kelompok dengan kondisi keuangan terburuk, yang dikenal sebagai sangat miskin atau miskin ekstrem, diwakili oleh desil 1. Kelompok miskin diwakili oleh desil 2, kelompok hampir miskin oleh desil 3, kelompok rentan terhadap kemiskinan oleh desil 4, dan kelompok masa transisi kelas menengah oleh desil 5. Sementara itu, penerima bantuan sosial tidak lagi memprioritaskan mereka yang berada di desil 6 ke atas karena dianggap cukup sejahtera. Angka-angka ini bukanlah sekadar angka sembarangan. Kondisi perumahan, kepemilikan aset, pengeluaran rumah tangga, serta akses terhadap layanan dasar dan pendidikan hanyalah beberapa dari 39 variabel penilaian yang dipertimbangkan.
Saat ini, menarik—dan mungkin sedikit mengejutkan bagi sebagian orang—betapa mudahnya memeriksa desil Anda melalui ponsel. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui situs web resmi; kedua, melalui aplikasi gratis. Kunci utama untuk keduanya adalah Nomor Identitas Nasional (NIK) Anda. Tidak ada formulir yang panjang dan membingungkan atau proses login yang rumit.
Untuk memeriksanya secara online, buka browser di ponsel Anda dan kunjungi cekbansos.kemensos.go.id, situs web resminya. Masukkan Nomor Identitas Nasional (NIK) Anda pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda setelah halaman terbuka. Selanjutnya, masukkan wilayah tempat tinggal Anda (provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, dan desa) sesuai dengan yang tertera di KTP Anda. Selanjutnya, klik tombol “Cari Data” setelah memasukkan kode verifikasi yang muncul di layar. Rincian identitas Anda, posisi desil keluarga Anda, jenis bantuan sosial yang Anda terima (jika ada), serta periode penyaluran akan ditampilkan oleh sistem.
Metode kedua adalah melalui aplikasi Cek Bansos, yang dapat diunduh dari Play Store dan App Store. Pilih menu Cek Bansos setelah mengunduh aplikasi, membuat akun, atau masuk jika Anda sudah memiliki akun. Setelah memasukkan Nomor Identitas Nasional (NIK) Anda, ikuti petunjuk yang muncul. Cara ini tampaknya lebih praktis bagi orang yang ingin memeriksa statusnya secara rutin tanpa perlu membuka browser setiap kali.
Ini adalah hal yang perlu diperhatikan. Pendapatan bukanlah satu-satunya faktor yang digunakan untuk menentukan desil. Hal ini sering disalahartikan. Tergantung pada aset, kondisi tempat tinggal, dan faktor-faktor lain, seseorang yang penghasilannya tampak tidak terlalu tinggi belum tentu berada di desil bawah. Di sisi lain, ada orang yang masuk ke desil yang lebih tinggi meskipun merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan bahkan kekecewaan. Memang, selalu ada ruang untuk perbedaan pendapat, sehingga sistem seperti ini tidak pernah sempurna.
Meskipun demikian, inisiatif pemerintah untuk memfasilitasi pengecekan mandiri melalui ponsel merupakan kemajuan yang signifikan. Dulu, sepertinya hanya pejabat desa atau kecamatan yang mengetahui siapa saja yang berhak menerima bantuan. Kini, Anda dapat melakukan pengecekan tersebut secara transparan langsung dari kamar tidur, di kafe, atau bahkan saat sedang bepergian, setidaknya dalam hal verifikasi data.
Tentu saja, masih ada pertanyaan yang belum terjawab. Sejauh mana keakuratan data yang disimpan? Apakah pembaruan dilakukan cukup cepat untuk mencerminkan kondisi masyarakat saat ini? Diskusi-diskusi ini masih berlangsung. Namun, ada langkah awal yang jelas yang dapat dilakukan masyarakat: periksa terlebih dahulu, lalu ajukan keluhan jika ada yang perlu diperbaiki. Selain itu, memeriksa dekile Anda melalui ponsel tidak sesulit yang Anda bayangkan.
