Fakta bahwa nama Ruben Onsu muncul dalam pernyataan resmi kepolisian, bukan dalam program hiburan atau iklan produk, merupakan sebuah ironi yang sulit diabaikan. Sebagai sosok terkenal di dunia pertelevisian Indonesia, presenter tersebut saat ini menjadi tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dana investasi senilai miliaran rupiah. Banyak orang terkejut mendengar berita ini, namun mereka yang secara cermat memantau aktivitas bisnis para selebriti Indonesia mungkin tidak terlalu terkejut.
Ruben dan seorang korban bernama DM memiliki hubungan bisnis pada awal kasus ini. Menurut AKP Joko Adi Wibowo, Kepala Humas Kepolisian Metro Jakarta Selatan, Ruben menawarkan korban kesempatan untuk berinvestasi dalam jual beli barang. Korban menunjukkan minat, menyetorkan uang, dan mengantisipasi keuntungan yang diharapkan. Namun, modal tersebut tidak dikembalikan dan tidak ada keuntungan yang diperoleh setelah transaksi selesai. Pada 22 Agustus 2025, laporan polisi akhirnya diajukan, dan setahun kemudian, Ruben secara resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Bukan hanya situasi hukum Ruben yang menarik, tetapi juga cara dia menanggapi masalah ini di depan publik. Dalam sebuah postingan di Instagram pribadinya, dia mengakui bahwa dia kesulitan mendapatkan bukti untuk mendukung keterangannya di kepolisian. Namun, proses tersebut ternyata sulit. Ia tidak lagi mempekerjakan sejumlah mantan karyawan yang sebelumnya mengelola perusahaan tersebut, dan beberapa di antaranya bahkan sulit dihubungi. Ini adalah situasi yang tampak aneh sekaligus masuk akal: jejak para karyawan sebuah perusahaan menghilang bersamaan dengan perusahaan itu sendiri ketika perusahaan tersebut dibubarkan atau mengubah arah.
Meskipun, tentu saja, belum ada kesimpulan hukum yang dapat diambil saat ini, terdapat nuansa kesedihan dalam pengakuan Ruben. Proses memperoleh bukti, katanya, “telah memakan waktu cukup lama dan melibatkan banyak pihak.” Pernyataan tersebut terdengar seperti upaya seseorang untuk membersihkan namanya di hadapan publik yang telah membentuk opini, sekaligus berjuang melawan waktu.
Ruben juga menyinggung opini publik. Ia meyakini bahwa berita yang beredar saat ini tidak menggambarkan dengan akurat apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini tidak mengherankan karena narasi yang bergerak lebih cepat daripada fakta sering kali muncul dalam hampir setiap kasus hukum yang melibatkan tokoh publik. Meski demikian, menarik bahwa Ruben memilih keterbukaan daripada diam. Sulit untuk menilai dari luar apakah ini merupakan taktik komunikasi yang disengaja atau sekadar kejujuran seseorang yang merasa terjebak.
Selain itu, penting untuk disadari bahwa status sebagai tersangka tidak berarti bersalah. Tersangka diberi kesempatan untuk mengajukan bukti, membela diri, dan menjalani proses pemeriksaan yang menyeluruh di bawah sistem hukum Indonesia. Penyidik berencana untuk memeriksa Ruben sendiri dalam waktu dekat. Apakah terdapat unsur niat atau apakah faktor-faktor lain diabaikan sejak awal akan ditentukan melalui proses tersebut.
Kasus Ruben Onsu juga menunjukkan ciri-ciri pola yang umum terjadi di sektor hiburan Indonesia: merek yang terkenal, pertumbuhan perusahaan yang pesat, dan masalah yang muncul setelahnya. Hal ini bukan untuk menyimpulkan bahwa setiap selebriti yang terjun ke dunia bisnis pasti akan menghadapi masalah, tetapi terdapat kesenjangan yang mencolok antara popularitas seorang selebriti di layar kaca dan kemampuannya dalam mengelola investasi secara bijak. Kepercayaan dan niat baik saja tidak cukup di dunia bisnis, terutama saat berurusan dengan dana pihak ketiga.
Untuk saat ini, tampaknya Ruben memilih untuk menjalani proses ini selangkah demi selangkah, mencari bukti-bukti yang tersisa, mengumpulkan informasi dari orang-orang yang masih bisa dihubungi, dan berusaha menyampaikan versinya kepada publik. Masih terlalu dini untuk menilai apakah hal tersebut akan cukup untuk mengubah situasi atau setidaknya meredakan tekanan dari berbagai pihak. Jelas bahwa ujian ini termasuk yang paling nyata. Ruben Onsu pernah harus berurusan dengan hukum, bukan dengan kamera.
