Tidak butuh waktu lama untuk menemukan keributan di media sosial. Vlogger kuliner terkenal, Aa Juju, mengunggah video yang memperlihatkan Hyundai Ioniq 5 miliknya tiba-tiba mati. Baik baterai yang habis maupun kecelakaan bukanlah penyebabnya. Mobilnya, yang ia beli secara tunai, diduga mengalami masalah akibat kebiasaan yang tampaknya sepele: parkir paralel. Postingan tersebut dibanjiri komentar. Sebagian mengajukan pertanyaan, sebagian menunjukkan simpati, dan sebagian mulai meragukan keputusan mereka sendiri untuk membeli kendaraan listrik.
Kegagalan mobil tersebut bukanlah satu-satunya hal yang membuat kasus ini begitu mengkhawatirkan. Hal ini karena Aa Juju mengakui bahwa ia telah menanyakan soal parkir paralel sebelum melakukan pembelian. Penjual menyatakan bahwa hal itu memungkinkan. Ia bahkan mencobanya sendiri. Mekanik Hyundai memberitahunya bahwa parkir paralel dalam waktu lama tidak disarankan setelah mobil mengalami masalah tersebut. Terdapat perbedaan besar antara apa yang dijanjikan di showroom dan apa yang sebenarnya terjadi, dan perbedaan ini saat ini menjadi topik hangat di sejumlah forum otomotif Indonesia.

Secara teknis, sistem shift-by-wire adalah akar masalahnya. Mobil listrik modern menggunakan sinyal elektronik untuk mengganti gigi, berbeda dengan mobil konvensional yang menggunakan sambungan mekanis antara tuas transmisi dan kotak gigi. Hal ini berarti tuas transmisi memerlukan listrik untuk beroperasi bahkan saat mesin tidak menyala. Sistem ini harus tetap berfungsi saat kendaraan diparkir paralel dan perlu dipindahkan atau didorong oleh seseorang. Hal ini menguras baterai 12 volt, yang merupakan baterai berkapasitas lebih kecil yang sering diabaikan dibandingkan baterai utama.
Pada kendaraan listrik, baterai 12 volt sering diabaikan. Namun, segala sesuatunya bergantung padanya, termasuk tuas persneling elektronik, layar infotainment, dan sistem kunci. Seluruh sistem dapat mengalami gangguan jika baterai ini habis akibat operasi terus-menerus tuas persneling selama parkir paralel dalam waktu lama. Dalam situasi terburuk, mobil tidak akan menyala, tidak akan bergerak, dan memerlukan bantuan starter (jump start) sebelum dapat dinyalakan kembali. Meskipun skenario ini terdengar dramatis, hal ini bisa menjadi kejutan yang sangat tidak menyenangkan bagi pengemudi yang tidak memahami detail teknis tersebut.
Faktanya, Mahaendra Gofar, dosen di Institut Penelitian Baterai Nasional dan salah satu pendiri EVSafe, telah menjelaskan bahwa kendaraan listrik dirancang untuk memenuhi persyaratan parkir paralel. Mode penarik (towing mode) digunakan untuk mewujudkan hal ini. Fitur ini memungkinkan mobil didorong secara manual saat berada dalam posisi netral tanpa rem parkir terkunci. Hampir semua kendaraan listrik modern memiliki fitur ini. Masalahnya, tidak semua pengguna menyadari keberadaan fitur ini, apalagi cara menggunakannya. Selain itu, tampaknya tidak semua tenaga penjualan sepenuhnya memahaminya.
Ada masalah yang lebih mendalam di sini. Kendaraan listrik lebih dari sekadar kendaraan yang menggunakan listrik alih-alih bensin. Ada perilaku teknis yang berbeda, kurva pembelajaran yang cukup curam, serta fitur-fitur yang melampaui apa yang tercantum dalam brosur. Diperlukan penyesuaian untuk beralih dari sepeda motor otomatis ke mobil manual. Perpindahan dari mobil konvensional ke kendaraan listrik serupa, tetapi hal ini tidak selalu terlihat jelas hingga terjadi masalah.
Di Indonesia, terdapat tren yang semakin meningkat dalam penggunaan kendaraan listrik. Komunitas EV semakin aktif, antrean di SPBU semakin panjang, dan merek-merek baru bermunculan yang menawarkan jangkauan lebih jauh dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, ekspansi yang cepat ini juga menimbulkan celah, seperti dukungan purna jual yang tidak konsisten, edukasi pengguna yang tidak merata, dan ekspektasi yang terkadang tidak terkelola sejak awal. Meskipun kasus Ioniq 5 hanyalah masalah kecil, hal ini mengungkap celah yang besar.
Saran praktis bagi mereka yang sudah memiliki mobil listrik sangat sederhana: kenali mode penarik mobil Anda sebelum Anda membutuhkannya. Jangan menunggu sampai ada orang yang mengetuk jendela dan meminta Anda memindahkan mobil. Selain itu, pertimbangkan untuk mencari tempat parkir yang lebih aman bagi sistem kelistrikan mobil jika Anda harus parkir paralel dalam waktu lama. Alih-alih bertanya “apakah mobil ini bisa parkir paralel,” calon pembeli kini bertanya “bagaimana caranya, dan apa risikonya.” Di ruang pamer, pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih jujur untuk dijawab.
